Home Ekonomi Meskipun Utang Tembus Rp 4 Ribu T, Kondisi Ekonomi RI Tetap Aman

Meskipun Utang Tembus Rp 4 Ribu T, Kondisi Ekonomi RI Tetap Aman

17
0
SHARE

AZ-NEWS  – Saat ini total utang Pemerintah per Februari berjumlah Rp 4.034 triliun atau masih 29,2 persen terhadap PDB. Di dalam UU Keuangan Negara Nomor 13 Tahun 2003 pun batasan antara utang Pemerintah yang aman sudah dipatok maksimal 60 persen terhadap PDB.

Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Romahurmuziy, mengatakan tidak ada satu negara pun di dunia yang tidak berutang. Selama untuk kegiatan yang produktif sebenarnya utang bukan hal yang dilarang. Karena jauh dibawah batas maksimum utang seharusnya perdebatan soal utang tidak perlu dibuat gaduh.

Jika dibandingkan dengan Jepang, rasio utangnya lebih tinggi dari Indonesia mencapai 230 persen, sementara Indonesia baru 29,2 persen. Artinya secara rasio utang Indonesia masih sangat aman. Selain itu, bunga surat utang pemerintah saat ini dipatok 6,62 persen pun masih tinggi dibandingkan Jepang yang hanya 0,03 persen.

Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Romahurmuziy (Dok. Jawapos.com)

“Bunga Indonesia mahal karena inflasi tinggi yakni 3,6 persen di 2017, sementara Jepang inflasinya sempat negatif (deflasi) atau dibawah 0 persen. Perhitungan inflasi tentu menentukan return atau imbal hasil riil yang diterima investor, makin tinggi inflasinya makin tinggi permintaan bunga dari investor pembeli surat utang,” jelasnya.

Gus Romi menegaskan selama era Pemerintahan Jokowi-JK pun utang digunakan untuk pembangunan ekonomi. Hal ini terlihat dari kenaikan belanja infrastruktur dari Rp 290 triliun di 2015 menjadi Rp 410 triliun di 2018. Dampak dari pembangunan infrastruktur yang masif ternyata berkorelasi positif dengan naiknya daya saing Indonesia.

Berdasarkan Indeks Daya Saing Global yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, ranking daya saing Indonesia naik 5 peringkat dari 41 di 2016 menjadi 36 di 2017. Loncatan daya saing ini tak mungkin terjadi kalau bukan karena suntikan utang untuk bangun infrastruktur.

Dia juga menjelaskan utang luar negeri Pemerintah meningkat hingga 14 persen di 2017, tapi ekonomi hanya tumbuh 5,07 persen. Jika dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam, katanya tidak apple to apple atau tak sama.

“Skala ekonomi Indonesia yang begitu besar seharusnya dibandingkan dengan negara G20. Dibanding negara G20, Indonesia ada peringkat nomor tiga pertumbuhan yang paling tinggi, dibawah China 6,9 persen dan India 6,7 persen di 2017. Kita patut bangga bisa tumbuh 5 persen meskipun belum optimal,” kata Romi

“Jadi kesimpulannya Pemerintah masih on the track menggunakan utang untuk pembangunan infrastruktur. Utang di era Presiden Jokowi pun dikelola secara profesional dan hati-hati. Tantangan kedepannya adalah menurunkan laju inflasi sehingga bunga utang makin murah. Langkah yang penting lainnya yakni meningkatkan fundamental ekonomi agar rating utang bisa melesat menjadi AAA dari saat ini BBB-. Jika rating utang semakin baik, dan dampak pembangunan infrastruktur kedepannya dirasakan oleh masyarakat luas, kegaduhan soal utang ini akan ditinggalkan,” pungkasnya.

Sumber    : Jawapos.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here